Selasa, 28 April 2015

Sastrawan, Hasil Karya, dan Puisi

A.           SASTRAWAN dan HASIL KARYA

1.       Sastrawan
Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara tanggal 26 Juli 1992. Dia lahir di keluarga yang kurang harmonis kedua orang tuannya bercerai dan ayahnya menikah lagi. Nama ayahnya adalah Toeloes seorang mantan Bupati Kab.Indragiri, Riau dan ibunya bernama Soleha.
Dia melakukan pendidikan pertama kali di Hollandsch-Inlandsche school (HIS) dan kemudian melanjutkannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Chairil Anwar memiliki seorang istri yang bernama Hapsoh Wiraredja dan dikaruniai seorang anak yang bernama Evawani Chairil Anwar.
Karena kesulitan ekonomi akhirnya Chairil Anwar dan istrinya bercerai, kemudian Chairil Anwar menjadi duda. Tak lama setelah itu Chairil Anwar wafat pada tanggal 28 April 1949 di usia 27 tahun.

2.       Hasil Karya
Selama hidupnya beliau berhasil membuat beberapa karya tulis berikut diantara karyanya tersebut:

  1. Deru Campur Debu (1949)
  2. Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)\
  3. Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
  4. Aku Ini Binatang Jalang : koleksi sajak 1942-1949", disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
  5. Derai-derai Cemara (1998)
  6. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
  7. Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck

B.         PUISI

1.       Definisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

2.       Unsur Intrinsik

  • Diksi merupakan pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan. Diksi yang baik berhubungan dengan pemilihan kata yng bermakna tepat dan selaras.
  • Bunyi dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk mendapatkan keindahan dan tenaga ekspresif.
  • Rima adalah persamaan atau pengulangan bunyi baik diawal larik atau diakhir larik.
  • Tipografi merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.

3.       Jenis Puisi
          Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

  • Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan, contohnya : mantra , pantun, karmina, dan lain-lainnya.
  • Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas dari puisi lama, contohnya balada, himne, ode, dan lain-lainnya.

4.        Makna Puisi “Aku”

 Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Makna puisi :
  • Manusia harus tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun   rintangan menghadang.
  • Manusia harus berani mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannyasaja.
  • Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar