A.
SASTRAWAN
dan HASIL KARYA
1.
Sastrawan
![]() |
| Chairil Anwar |
Dia melakukan pendidikan pertama kali di Hollandsch-Inlandsche school (HIS)
dan kemudian melanjutkannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Chairil
Anwar memiliki seorang istri yang bernama Hapsoh Wiraredja dan dikaruniai
seorang anak yang bernama Evawani Chairil Anwar.
Karena kesulitan ekonomi akhirnya Chairil Anwar dan istrinya bercerai,
kemudian Chairil Anwar menjadi duda. Tak lama setelah itu Chairil Anwar wafat
pada tanggal 28 April 1949 di usia 27 tahun.
2.
Hasil Karya
Selama hidupnya beliau berhasil membuat beberapa karya tulis berikut
diantara karyanya tersebut:
- Deru Campur Debu (1949)
- Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)\
- Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
- Aku Ini Binatang Jalang : koleksi sajak 1942-1949", disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
- Derai-derai Cemara (1998)
- Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
- Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck
B.
PUISI
1.
Definisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan
penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan
bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.
2.
Unsur Intrinsik
- Diksi merupakan pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan. Diksi yang baik berhubungan dengan pemilihan kata yng bermakna tepat dan selaras.
- Bunyi dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk mendapatkan keindahan dan tenaga ekspresif.
- Rima adalah persamaan atau pengulangan bunyi baik diawal larik atau diakhir larik.
- Tipografi merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.
3.
Jenis Puisi
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
- Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan, contohnya : mantra , pantun, karmina, dan lain-lainnya.
- Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas dari puisi lama, contohnya balada, himne, ode, dan lain-lainnya.
4.
Makna Puisi “Aku”
Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Makna puisi :
- Manusia harus tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun rintangan menghadang.
- Manusia harus berani mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannyasaja.
- Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar