Rabu, 29 April 2015

Cerpen

TONY BERTOBAT

Kemanapun Tony melangkah hampir pasti ia membuat masalah. 99% orang yang melihatnya mengelus dada dan ingin menamparnya. Selalu ada saja ulahnya yang bikin enek. Dan, kejadian bakda zuhur itu mungkin menjadi klimaksnya. Seluruh warga Pondok Duren digegerkan dengan kejadian dimana Tony ketauan mencuri burung peliharaan Pak Budi dan dipukuli oleh warga sekitar. Kemudian Tony dibawa oleh warga sekitar ke pos satpam untuk ditanyai tentang kejadian pencurian itu. Kemudian Tony ditanyai oleh Pak Burhan sebagai ketua RT di Pondok Duren. Pak Burhan bertanya pada Tony.
“Ton kenapa kamu mencuri burung peliharaan Pak Budi?”
“Saya mencuri burung itu, karena pengen memiliki peliharaan seperti itu, jawab Tony.”
“Tapi kelakuan kamu bikin warga sekitar emosi, untung kamu dipukuli coba kamu kalau sampe dibakar, cetus Pak Burhan.”
“Iya Pak, saya minta maaf atas kalakuan saya. Saya tidak akan mengulanginya lagi saya tobat Pak, jawab Tony.”
“Heleh, saya tidak percaya kamu akan tobat ton, sifat jelekmu sudah menempel pada dirimu, cetus salah satu warga.”
“Saya janji akan bertobat, saya janji, jawab Tony.”
“Oke, saya akan membiarkanmu menepati janjimu kepada warga sekitar. Jika kamu tidak bisa menepati janjimu dan membuat kerusuhan lagi, saya akan mengusirmu dari kampung ini, kata Pak Burhan.”
“Saya akan menepatinya, kata Tony.”
Kemudian Tony dan warga kembali kerumah masing-masing.
Beberapa minggu setelah kejadian itu Tony mulai merubah sikapnya dia sekarang lebih rajin pergi ke masjid dan selalu membantu warga sekitar. Tony berubah dari orang yang dibenci menjadi orang yang dikagumi banyak orang.

Selasa, 28 April 2015

Sastrawan, Hasil Karya, dan Puisi

A.           SASTRAWAN dan HASIL KARYA

1.       Sastrawan
Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara tanggal 26 Juli 1992. Dia lahir di keluarga yang kurang harmonis kedua orang tuannya bercerai dan ayahnya menikah lagi. Nama ayahnya adalah Toeloes seorang mantan Bupati Kab.Indragiri, Riau dan ibunya bernama Soleha.
Dia melakukan pendidikan pertama kali di Hollandsch-Inlandsche school (HIS) dan kemudian melanjutkannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Chairil Anwar memiliki seorang istri yang bernama Hapsoh Wiraredja dan dikaruniai seorang anak yang bernama Evawani Chairil Anwar.
Karena kesulitan ekonomi akhirnya Chairil Anwar dan istrinya bercerai, kemudian Chairil Anwar menjadi duda. Tak lama setelah itu Chairil Anwar wafat pada tanggal 28 April 1949 di usia 27 tahun.

2.       Hasil Karya
Selama hidupnya beliau berhasil membuat beberapa karya tulis berikut diantara karyanya tersebut:

  1. Deru Campur Debu (1949)
  2. Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)\
  3. Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
  4. Aku Ini Binatang Jalang : koleksi sajak 1942-1949", disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
  5. Derai-derai Cemara (1998)
  6. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
  7. Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck

B.         PUISI

1.       Definisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

2.       Unsur Intrinsik

  • Diksi merupakan pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan. Diksi yang baik berhubungan dengan pemilihan kata yng bermakna tepat dan selaras.
  • Bunyi dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk mendapatkan keindahan dan tenaga ekspresif.
  • Rima adalah persamaan atau pengulangan bunyi baik diawal larik atau diakhir larik.
  • Tipografi merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.

3.       Jenis Puisi
          Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

  • Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan, contohnya : mantra , pantun, karmina, dan lain-lainnya.
  • Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas dari puisi lama, contohnya balada, himne, ode, dan lain-lainnya.

4.        Makna Puisi “Aku”

 Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Makna puisi :
  • Manusia harus tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun   rintangan menghadang.
  • Manusia harus berani mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannyasaja.
  • Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya.

Getuk Goreng Sukaraja Banyumas

GETUK GORENG SUKARAJA BANYUMAS

Getuk Goreng Sukaraja Banyumas
Bagi Anda yang suka traveling, Anda pasti mengenal Banyumas. Banyumas adalah sebuah kota di Jawa Tengah, berada di lereng Gunung Slamet. Jika Anda mampir ke Banyumas, Anda tentu akan menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di daerah ini. Apa itu? Makanan khas Banyumas itu adalah getuk goreng. Rasanya manis, gurih, dan membangkitkan selera.

          Apakah Anda tahu cara membuat getuk goreng? Anda tidak perlu khawatir karena di sini saya akan berbagi rahasia tentang cara pembuatan getuk goreng asli Sukaraja, Banyumas.

          Sebelum Anda membuat getuk goreng, Anda perlu menyiapkan bahan-bahan untuk membuatnya dengan takaran yang pas agar tercipta rasa yang khas. Bahan yang diprlukan adalah sebagai berikut.
  • ·         1 kg singkong sebagai bahan baku
  • ·         Gula merah atau gula jawa
  • ·         75 gram tepung beras
  • ·         1 sdm tepung terigu
  • ·         Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng, dan
  • ·         Garam secukupnya.


          Setelah bahan-bahan dipersiapkan, bagaimana cara pembuatan getuk goreng? Perhatikan langkah-langkah berikut ini!

Singkong
          Hal pertama yang harus dilakukan adalah kupas singkong kemudian buang sabutnya. Setelah itu, potonglah singkong dan potong hingga bersihagar kotoran yang menempel pada singkong hilang. Setelah singkongnya bersih, rebus semua singkong hingga matang.

          Kedua, iris halus gula jawa secukupnya. Kemudian tambahkan sedikit air, tetapi jangan terlalu sedikit. Rebus sampai gula melumat dan tercampur sengan air hingga mendidih. Setelah gula melumat dan tercampur dengan air, angakat dari kompor.

          Langkah berikutnya yaitu lumatkan singkong dan tambahkan gula secara bertahap sampai tercampur rata untuk membuat getu khas Sukaraja yang enak dan lezat.

          Kemudian camurkan singkong yang sudah tercampur gula dengan campuran tepung terigu 1 sendok makan, tepung beras 75 gram, dan garam secukupnya hingga adonan menjadi kental dan kalis.

          Setelah itu letakkan adonan getuk singkong di atas nampan. Kemudian ratakan dengan tebal 2 cm. Lalu potong getuk kira-kira berukuran 5x4 cm.

          Langkah selanjutnya yaitu panaskan minyak goreng secukupnya, kemudian ambil getuk satu per satu, lalu celupkan ke dalam minyak goreng yang sudah panas.

          Kemudian goreng getuk dengan api sedang hingga getuk berwarna kuning keemasan dan terlihat matang.

          Terakhir angkat dan tiriskan getuk yang sudah digoreng hingga minyak goreng turun meresap ke bawah, dan getuk goreng khas Sukaraja Banyumas siap dinikmati!


Pembelajaran Luar Sekolah


KEGIATAN PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH

            Pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2015, SMA N 2 Magelang melakukan kegiatan pembelajaran luar sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa kelas X. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan melalui pengamatan langsung pada tempat kunjungan. Adapun tempat yang menjadi tujuan pada kegiatan pembelajaran luar sekolah ini diantaranya PT Sritex dan Museum Purbakala Sangiran.

            Tepat pukul 07:00 WIB, rombongan bernagkat menuju tempat tujuan dengan menggunakan transportasi 5 bus. Objek pertama yang dikunjungi yaitu PT. Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3-4 jam dengan menempuh jarak ±100 km dengan melalui jalur Yogyakarta.

            Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, akhirnya pukul 10:45 WIB rombongan sampai di objek pembelajaran pertama yaitu di PT Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang benar-benar terintegrasi karena dalam memanagement dan mengatur sistemnya sangat tersusun dengan baik.
           
PT Sritex
            Sejarah awal berdirinya perusahaan ini bermula disaat H. M. Lukminto mendirikan sebuah kios kecil di Pasar Klewer, Solo. Seiring berjalannya waktu akhirnya beliau memindahkan usahanya dengan membangun sebuah perusahaan di daerah Sukoharjo dengan lahan seluas 100 hektare. Dibagi menjadi 2 divisi yaitu penenunan dan garment. Kemudian perusahaan itu disahkan oleh Bapak Suharto, Presiden kedua Negara Indonesia. Setelah diluaskan menjadi 130 hektare yang dibagi menjadi 50 gedung, selanjutnya perusahaan itu disahkan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Jumlah karyawan PT. Sritex adalah 20.000 orang. Setiap tanggal 17 setiap bulan diadakan upacara rutin. Hal ini pernah mendapat penghargaan muri. Selain itu, setiap tanggal 17 Agustus juga diadakan upacara besar yang diikuti oleh 25.000 peserta yang termasuk karyawan mupun grup.

            Setelah mengamati bagaimana proses penenunan kain di PT Sritex, perjalanan dilanjutkan menuju Rumah Makan Taman Sari. Tepat pukul 13:45 WIB rombongan tiba di tempat untuk makan dan kegiatan sholat.
Museum Purbakala Sangiran

            Pukul 16:15 WIB rombongan tiba ke tempat pembelajaran yaitu Museum Purbakala Sangiran. Selain banyak mengambil gambar/foto untuk kenang-kenangan dan dokumentasi, di sana terdapat banyak fosil manusia-manusia purba dan hewan-hewan purba, serta proses penemuannya. Fosil-fosil tersebut sudah berumur ribuan tahun bahkan jutaan tahun. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 17:00 WIB akhirnya pembelajaran berhenti kemudian dilajutkan untuk ganti pakaian di toilet.

            Perjalanan selanjutnya yaitu menuju toko oleh-oleh Javenir yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Surakarta. Di tempat tersebut rombongan dapat membeli kain ataupun pakaian batik juga oleh-oleh khas Surakarta untuk keluarga. Setelah selesai berbelanja, perjalanan dilanjutkan menuju Rumah Makan Taman Sari untuk makan malam dan sholat.


            Sekitar pukul 22:30 WIB semua kegiatan sudah selesai. Kegiatan akhir yaitu menikmati perjalanan pulang kembali ke Magelang. Perjalanan ini sangat menyenangkan.