Rabu, 17 Desember 2014

Teks Observasi



Teks Observasi

          Di kelas X MIA 4 terdapat banyak benda-benda. Dari benda-benda tersebut, dapat kita kelompokkan menjadi benda mati dan benda hidup. Contoh dari benda-benda mati yaitu meja, papan tulis, kursi, LCD proyektor. Disamping itu contoh benda-banda hidup yaitu siswa yang menempati kelas X MIA 4.
          Untuk siswa-siswa kelas X MIA 4 dapat kita kelompokkan lagi berdasarkan tempat tingalnya, yaitu siswa yang tinggal di daerah kota ataupun di daerah kabupaten (luar kota). Contoh siswa yang tinggal di daerah kota antara lain Aqil, Gerry, Zaidan, dan Karin. Untuk contoh siswa yang tinggal di daerah kabupaten yaitu Arsyad, Fatah, Javier, dan Ratna.
          Selain pengelompokkan berdasarkan tempat tinggal, kita dapat mengelompokkan siswa berdasarkan status organisasinya. Contoh siswa yang mengikuti organisasi yaitu Aqil, Zaidan, Karin, Sayekti, Fajar, Dwi, Arsyad, dan Javier. Sedangkan yang tidak mengikuti organisasi antara lain Gerry, Fatah, dan Auliya.

Teks Anekdot



Cara Keledai Membaca Buku

Alkisah,  Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.  Tetapi Timur Lenk memberi syarat “Ajari terlebih dahulu keledai itu membaca”.
Sambil menuntun keledainya, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan menerima hadiah. Namun jika tidak, tentu saja hukuman akan ditimpakan kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!!! Tak lama kemudian si keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya. Sambil tersenyum, Nasrudin berkata “Keledaiku sudah membaca semua halaman buku itu”. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai mengintrogasi , bagaimana cara mengajari seekor keledai membaca.
Kemudian Nasrudin bercerita “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaranbesar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa memakan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik ke halaman berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai terlatih membalik-balik halaman buku itu”.
“Tapi bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?”, tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Jadi kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai bukan?”, kata Nasrudin dengan wajah serius.

Pidato Teks Eksposisi "Pentingnya Persiapan Menghadapi UAS"



PIDATO
Pentingnya Persiapan Menghadapi UAS

Hadirin yang terhormat

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam acara ini.

Hadirin sekalian,

Sebelas hari lagi, tepat tanggal 3 Desember – 12 Desember, kita akan melaksanakan Ulangan Akhir Semester (UAS). Untuk menghadapi UAS itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut ini adalah sejumlah argumen mengapa kita perlu mempersiapkan diri menghadapi UAS dengan baik.

Pertama, mendapatkan hasil maksimal. Hasil maksimal tidak semata-mata jatuh dari langit begitu saja. Hanya dengan kerja keras seseorang mampu mendapatkannya. Kerja keras untuk persiapan penting dalam memantapkanseseorang menghadapi UAS. Salah satu persiapannya yaitu dengan belajar dengan rajin. Belajar tidak hanya mendadak kalau ada ulangan saja. Akan tetapi, dilakukan secara rutin. Dapat dipastikan dengan hal tersebut akan membuat seseorang dapat menghadapi UAS dengan baik.

Kedua, memperlancar dalam mengerjakan soal. Dengan berbagai persiapan yang matang, akan mempermudah seseorang dalam mengerjakan setiap soal UAS. Bagaimanapun bentuk dan jenis soalnya, apabila telah dipersiapkan melalui latihan soal secara rutin tentunya menjadi mudah untuk dikerjakan. Selain itu, persiapan UAS juga menghindarkan seseorang dari perbuatan yang tidak baik. Sebagai contoh karena tidak dapat mengerjakan soal, maka yang biasa seseorang lakukan yaitu menyontek. Menyontek merupakan cara instan untuk mendapatkan jawaban tanpa melalui proses belajar. Namun apakah dengan menyontekseseorang dapat menjadi puas? Tentunya tidak. Bersekolah tidakhanya untuk mencari nilai saja, tetapiuntuk mencari sebuah ilmu yang bermanfaat. Percuma mendapat hasil yang maksimal kalau tidak tahu maknanya.

Ketiga, membanggakan orangtua. Siapa orangtua yang tidak bangga melihat putra/putrinya mendapatkan hasil yang memuaskan dalam menghadapi UAS. Sebagai seorang siswa, sudah seharusnya bisa membanggakan orangtua. Dengan hal inilah seorang siswa dapat membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orangtua, meskipun tidak seberapa. Membalas kebaikan dari orangtua juga bisamendapatkan pahala.

Hadirin yang saya muliakan

Dari beberapa argumen di atas dapat disimpulkan bahwa sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan menghadapi UAS. Hal tersebut untukmendapatkan hasil maksimal, memperlancar dalam mengerjakan soal, dan membanggakan orangtua.

Hadirin yang terhormat

Kiranya sampai disini sedikit pidatoyang dapat saya sampaikan. Segala kesalahan dan tutur kata yang kurang berkenan baik disengaja maupun tidak, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Teks Eksposisi "Pentingnya Persiapan Menghadapi UAS"



Pentingnya Persiapan Menghadapi UAS

Sebelas hari lagi, tepat tanggal 3 Desember – 12 Desember, kita akan melaksanakan Ulangan Akhir Semester (UAS). Untuk menghadapi UAS itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut ini adalah sejumlah argumen mengapa kita perlu mempersiapkan diri menghadapi UAS dengan baik.

Pertama, mendapatkan hasil maksimal. Hasil maksimal tidak semata-mata jatuh dari langit begitu saja. Hanya dengan kerja keras seseorang mampu mendapatkannya. Kerja keras untuk persiapan penting dalam memantapkanseseorang menghadapi UAS. Salah satu persiapannya yaitu dengan belajar dengan rajin. Belajar tidak hanya mendadak kalau ada ulangan saja. Akan tetapi, dilakukan secara rutin. Dapat dipastikan dengan hal tersebut akan membuat seseorang dapat menghadapi UAS dengan baik.

Kedua, memperlancar dalam mengerjakan soal. Dengan berbagai persiapan yang matang, akan mempermudah seseorang dalam mengerjakan setiap soal UAS. Bagaimanapun bentuk dan jenis soalnya, apabila telah dipersiapkan melalui latihan soal secara rutin tentunya menjadi mudah untuk dikerjakan. Selain itu, persiapan UAS juga menghindarkan seseorang dari perbuatan yang tidak baik. Sebagai contoh karena tidak dapat mengerjakan soal, maka yang biasa seseorang lakukan yaitu menyontek. Menyontek merupakan cara instan untuk mendapatkan jawaban tanpa melalui proses belajar. Namun apakah dengan menyontekseseorang dapat menjadi puas? Tentunya tidak. Bersekolah tidakhanya untuk mencari nilai saja, tetapiuntuk mencari sebuah ilmu yang bermanfaat. Percuma mendapat hasil yang maksimal kalau tidak tahu maknanya.

Ketiga, membanggakan orangtua. Siapa orangtua yang tidak bangga melihat putra/putrinya mendapatkan hasil yang memuaskan dalam menghadapi UAS. Sebagai seorang siswa, sudah seharusnya bisa membanggakan orangtua. Dengan hal inilah seorang siswa dapat membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orangtua, meskipun tidak seberapa. Membalas kebaikan dari orangtua juga bisamendapatkan pahala.

Dari beberapa argumen di atas dapat disimpulkan bahwa sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan menghadapi UAS. Hal tersebut untukmendapatkan hasil maksimal, memperlancar dalam mengerjakan soal, dan membanggakan orangtua.