Rabu, 17 Desember 2014

Teks Anekdot



Cara Keledai Membaca Buku

Alkisah,  Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.  Tetapi Timur Lenk memberi syarat “Ajari terlebih dahulu keledai itu membaca”.
Sambil menuntun keledainya, ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan menerima hadiah. Namun jika tidak, tentu saja hukuman akan ditimpakan kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!!! Tak lama kemudian si keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya. Sambil tersenyum, Nasrudin berkata “Keledaiku sudah membaca semua halaman buku itu”. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai mengintrogasi , bagaimana cara mengajari seekor keledai membaca.
Kemudian Nasrudin bercerita “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaranbesar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa memakan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik ke halaman berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai terlatih membalik-balik halaman buku itu”.
“Tapi bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?”, tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Jadi kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai bukan?”, kata Nasrudin dengan wajah serius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar